Jumat, 16 November 2012

MENGGUNAKAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM MENJALANKAN PERDAGANGAN ELEKTRONIK (E-COMMERCE)

Perdagangan Elektronik

Perdagangan elektronik, yang disebut juga e-commerce adalah penggunaan jaringan komunikasi komputer untuk melaksanakan proses bisnis. Pandangan populer dari e-commerce adalah pengguna internet dan komputer dengan berbasis Web untuk membeli dan menjual produk. Sebagian besar e-commerce terjadi antarbisnis, dan bukan antara bisnis dengan konsumen. Pandangan luas e-commerce, yaitu bahwa e-commerce dapat memfasilitasi operasi internal maupun eksternal perusahaan. Dengan pandangan ini, istilah bisnis elektronik dan perdagangan elektronik yang sama. Banyak operasi perusahaan adalah internal, dilaksanakan di dalam batas perusahaan oleh bidang bisnis keuangan, sumber daya manusia, layanan informasi, produsi, pemasaran, dan lain-lain. Dalam definisi luas kita ini, suatu transaksi bisnis yang menggunakan akses jaringan, sistem berbasis komputer, dan antarmuka (interface) sebuah browser Web akan memenuhi persyaratan sebagai perdagangan elektronik (e-commerce).  Perusahaan pada umumnya menerapkan e-commerce dengan maksud untuk memperbaiki layanan pelanggan, mempererat hubungan dengan pemasok dan komunitas keuangan, dan meningkatkan imbal hassil kepada pemegang saham dan pemilik investasi.

       I.            E-Commerce di Luar Batas Perusahaan
Akan bermanfaat jika kita membedakan dua jenis e-commerce yang terjadi dengan entitas diluar batas perusahaan. E-commerce bisnis ke konsumen (business to consumer B2C) mengacu pada transaksi-transaksi yang terjadi antara sebuah bisnis dan konsumen akhir produk; e-commerce bisnis ke bisnis (business to business B2B) mengacu pada trransaksi antarbisnis di mana tidak ada pihak yang menjadi konsumen akhir.

Transaksi B2B melibatkan jumlah orang yang relatif sedikit, biasanya mereka yang berada di dalam kelompok layanan informasi dari perusahaan yang terpengaruh. Orang-orang yang terlibat dalam transaksi B2B biasanya sangat terlatih dalam penggunaan sistem transaksi tejadi antarbisnis, jumlah taksaksi B2B dapat relatif kecil tetapi dengan nilai yang cukup tinggi. Satu transaksi antara sebuah produsen dengan distributor dapat menyangkut ribuan unit produk dan nilai jutaan dollar.
Transaksi B2C membutuhkan perbedaan desain yang mendasar. Konsumen mungkin tidak memiliki keahlian dalam bidang teknologi informasi, sehingga situs Web harus memberikan instruksi dan bantuan. Jika konsumen berkomunikasi dengan bisnis melalui koneksi telepon yang lambat, jumlah gambar yang ditampilkan mungkin perlu dikurangi. Cara pembayaran perlu dibuat dalam sistem B2C (sistem B2B pada umumnya mendapatkan informasi pembayaran dalam sistem terpisah dari sistem perdagangan elektronik). Semua perbedaan ini dapat digabungkan sehingga mensyaratkan situs B2C memiliki waktu download yang cepat, intruksi untuk navigasi situs, kereta belanja yang dapat diisi dan dikurangi sebelum pembelian aktual, dan metode untuk menyimpan profil pengguna (alamat, nomor kartu kredit, dan semacamnya.

Pemerintah juga semakin meningkat pertisipasinya dalam pemerintahan elektronik (yang terkadang disebut e-gov). Masyarakat Carolina Utara dapat terhubung dengan situs Click@DMV yang terdapat pada halaman Web Departemen Kendaraan Bermotor (WWW.DMV.DOT.STATE.NC.US) untuk memperpanjang nomor polisi kendaraan mereka. Kota New York (WWW.NYC.GOV) memungkinkan warganya membayar denda parkir dan beban-beban lainnya secara online. Direktorat Jenderal Pajak AS (Internal Revenue Service-WWW.IRS.GOV) memberikan berbagai macam layanan, mulai dari pengisian formulir pajak penghasilan secara gratis hingga kelas-kelas online guna membantu para wajib pajak menghitung pajak mereka. Berpikir tentang e-commerce dibutuhkan suatu pandangan yang luas untuk mengambil keuntungan dari kemungkinan-kemungkinan baru.
Layanan informasi memainkan peranan penting dalam mengubah hubungan perusahaan dengan lingkungannya. Di masa lalu, konsumen bukan merupakan perhatian utama dari layanan informasi, namun konsumen menjadi semakin penting artinya dam akan menjadi fokus utama bagi sebagian besar perusahaan di masa mendatang. Seluruh antarmuka transaksi dari konsumen hingga pemasok hingga pemerintah dan pihak lainnya terkena dampak dari diterimanya e-commerce secara luas.

    II.            Manfaat-manfaat yang Diharapkan dari E-Commerce
Peusahaan melaksanakan e-commerce untuk dapat mencapai perbaikan organisasi secara keseluruhan. Perbaikan-perbaikan ini dapat diharapkan merupakan hasil dari tiga manfaat utama :
  • Perbaikan layanan pelanggan sebelum, selama, dan setelah penjualan
  • Perbaikan hubungan dengan pemasok dan komunitas keuangan
  • Peningkatan imbal hasil ekonomis atas pemegang saham dan investasi pemilik
Manfaat-manfaat di atas akan memberikan kontribusi pada stabilitas keuangan perusahaan dan memungkinkan bersaing lebih baik di dalam dunia bisnis yang semakin luas menerapkan teknologi komputer. Ingat bahwa pemakaian laba tidak termasuk ke dalam manfaat yang diharapkan dari e-commerce. Laba adalah hasil dari sebuah organisasi yang mencapai tujuannya, e-commerce adalah sarana pendukung yang kuat yang dapat membantu organisasi mencapai tujuannya.

 III.            Kendala-kendala E-Commerce
Pada survei 1996, 60 persen perusahaan yang memberikan respons menunjukkan bahwa mereka belom mengimplementasikan e-commerce dan tidak memiliki rencana untuk melakukannya dalam waktu tiga tahun ke depan. Bahkan pada tahun 2004, Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa hanya 2,3 persen dari seluruh penjualan ritel kuartal keempat dilakukan dalam bentuk e-commerce. Perusahaan yang telah mengimplementasikan sistem menggunakannya terutama untuk melakukan transaksi dengan pemasok dan pelanggan (pada tingkat sekitar 90%), dan proses-proses utama yang berhubungan dengan pesanan pembelian, transfer pembayaran, dan faktur.
Ketika ditanyakan mengenai alasan dari kehati-hatiannya, perusahaan menyebutkan tiga kendala dengan urutan sebagai berikut :
  • Biaya yang tinggi
  • Kekhawatiran akan masalah keamanan
  • Peranti lunak yang belum mapan atau belum tersedia
Masing-masing kendala di atas akan semakin tertantang seiring dengan semakin populernya tekologi dan sistem informasi. Biaya sumber daya komputasi pada akhirnya akan menurun.
Keamanan adalah satu masalah bagi transaksi B2B dan B2C. Perusahaan pada umumnya menggunakan jaringan telekomunikasi yang aman yang dimonitor terus-menerus untuk akses yang tidak terotorisasi. Jaringan-jaringan ini telah terbukti sangat aman bagi perusahaan-perusahaan besar. Perusahaan-perusahaan seperti VeriSign (WWW.VERISIGN.COM) telah menambahkan langkah-langkah keamanan yang membawa tingkat kepercayaan yang lebih tinggi bagi transaksi-transaksi internet. Dengan teknologi enkripsi yang ada sekarang dan situs Web yang terjamin keamanannya, terdapat sedikit alasan untu mengkhawatirkan adanya akses yang tidak terotorisasi atas informasi pelanggan. Pelanggan akan memiliki kemungkinan lebih besar menyebarkan informasi yang sensitif, seperti nomor kartu kredit, dari tempat sampah daripada dari infomasi yang terkompromi di Internet.
Meskipun presentase penjualan ritel e-commerce pada tahun 2004 masih jauh lebih kecil dibandingkan dengan penjualan grosir (B2B), nilai dolarnya telah mencapai angka lebih dari $69 miliar. Departemen Perdaganganmelaporkan bahwa presentase penjualan ritel yang berbentuk perdagangan elektronik (B2C) naik dari 0,7 persen di kuartal keempat tahun 1999 menjadi 2,3 persen pada kartal keempat tahun 2004.

 IV.            Ruang Lingkup E-Commerce
E-commerce menyumbang hampir $1,7 triliun untuk aktivitas perekonomian di Amerika Serikat selama tahun 2003, E-commerce telah mencapai tingkat pertumbuhan tahunan lebih dari 15 persen setiap tahunnya selama lima tahun terakhir. Tingkat pertumbuhan ini dapat mengalami perlambatan pada waktu tertentu, tetapi kemungkinan akan terus berlanjut selama beberapa tahun mendatang. Jumlah dampak perekonomian akan bervariasi dari satu industri yang lain, tetapi kurang lebih 94 persen e-commerce adalah B2B, menyisakan 6 persen untuk B2C.
Lebih dari 21 persen penjualan pabrik produksi AS ($843 miliar) pada tahun 2003 merupakan hasil dari e-commerce. Hampir 17 persen penjumlahan dari distributor ($730 miliar) adalah e-commerce. Presentase e-commerce yang dilakukan di sektor perdagangan eceran berada kisaran 2 persen. Ini hanya karena jumlah dolar penjualan eceran yang tinggi, jika dibandingkan dengan segmen-segmen industri lain, dengan B2C menyumbangkan lebih dari $69 miliar untuk aktivitas perdagangan elektronik AS pada tahun 2004.
E-commerce memiliki arti penting khususnya bagi beberapa segmen tertentu perekonomian AS karena memang menyumbangkan presentase dolar penjualan dalam jumlah besar dalam segmen-segmen tersebut.

    V.            Jalan Menuju E-Commerce
Ketika sebuah perusahaan merasa bahwa manfaat yang diharapkan lebih besar daripada biaya dan memutuskan untuk mengimplementasikan e-commerce, perusahaan tersebut menyadari bahwa implementasi yang akan dilakukan bisa jadi merupakan suatu pekerjaan yang besar. Rencana bisnis strategis akan membekukan komitmen untuk menggunakan e-commerce guna meraih keunggulan kompetitif. Perusahaan pertama-tama harus memperoleh kecerdasan bisnis (business intellegence) sehingga perusahaan tersebut akan dapat memahami peranan potensial yang akan dimainkan oleh masing-masing unsur lingkungan.

Strategi E-Commerce dan Sistem Interorganisasional
            Masalah dalam menentukan strategi e-commerce yang terbaik memiliki beberapa kemungkinan sosial. Namun, strategi yang paling sering disebut-sebut adalah strategi dimana unsur-unsur yang ada dikaitkan dengan transmisi data elektronik. Nama yang diberikan untuk strategi ini adalah sistem interorganisasional (interorganizational system-IOS). Perusahaan dapat membuat hubungan elektronik dengan perusahaan lain untuk menciptakan suatu sistem interorganisasional (interorganizational system-IOS) sehingga semua  perusahaan bekerja bersama sebagai suatu unit yang terkoordinasi, merahih manfaat yaang tidak dapat diraih sendiri oleh setiap perusahaan. Perusahaan-perusahaan yang berpartisipasi disebut sekutu dagang, sekutu bisnis, atau aliansi bisnis. Istilah yang sering kali sering kali dipergunakan utuk IOS dan EDI, yang merupakan singkatan dari eletronic data interchange (pertukaran data elektronik). Kedua istilah sering kali saling bertukar penggunaan, tetap jika ditarik saru garis perbedaan, EDI dianggap sebagai sub kumpulan dari suatu sistem interorganisasional. Pertukaran data elektronik adalah salah satu cara untuk mendapatkan suatu sistem interorganisasional. Ekstranet, yang serupa dengan Internet tetapi terbatas hanya untuk mitra-mitra bisnis yang terpilih dan terpercaya, dibeberapa organisasi mulai menggantikan EDI.
IOS terdiri atas sekutu-sekutu dagang. Perusahaan yang bergabung dalam IOS untuk mendapatkan keuntungan efisiensi komparatif, yang terdapat dalam bentuk internal maupun interorganisasional, dan untuk meningkatkan kekuatan penawarannya, yang diperoleh dari fitur-fitur produk yang unik, pengurangan biaya-biaya yang berhubungan dengan penelitian, dan meningkatkan biaya perpindahan.
Satu cara untuk membuat IOS adalah melalui pertukaran data elektronik (electronic data interchange-EDI) melalui aliran-aliran data yang paling umum yang menghubungkan perusahaan dengan para pemasoknya. Perusahaan terdorong untuk menerapkan EDI karena tekanan kompetitif, penggunaan kekuasaan, kebutuhan internal, dan dukugan manajemen puncak. Manfaat langsung EDI seperti pengurangan kesalahan, biaya yang lebih rendah, dan efisiensi operasional yang meningkat menghasilkan manfaat-manfaat secara tidak langsung seperti peningkatan kemampuan untuk bersaing, perbaikan hubungan dengan para sekutu dagang, dan layanan pedagang yang lebih baik. Manfaat-manfaat langsunng, sering kali diukur dalam jumlah uang, dapat memberikan justifikasi ekonomis yang solid untuk menggunakan IOS. Akan tetapi, manfaat-manfaat tidak langsung bisa dilihat oleh manajemen puncak sebagai alasan-alassan paling dalam menyetujui suatu strategi IOS. EDI adalah meode yang paling sering digunakan untuk membuat IOS, namun metode-metode berbasis Web kini menjadi semakin populer. E-commerce dan EDI adalah jalan bebas hambatan bagi sistem interorganisasional.
Meskipun e-commerce saat ini dianggap sebagai satu jenis perdagangan yang berbeda, tak beberapa lama lagi ia hanya akan menjadi sisi lain dari transaksi bisnis sehari-hari. E-commerce merupakan suatu hal fundamental bagi sistem interorganisasional. Pertukaran sejumlah besar data secara tepat dan aman merupakan hal yang kritis untuk mendukung transaksi-transaksi yang menggunakan teknologi informasi untuk bersaing. Jaringan komunikasi yang menghubungkan sekutu-sekutu dagang dapat dicapai dengan konektivitas langsung di mana carier-carier umum memberikan sirkuitnya. Tanpa jaringan komunikasi dan kemampuan pemrosesan komputer, organisasiakan menjadi sebuah pulau produksi maya, dengan sedikit kemampuan yang dipergunakan untuk jasa dan produk yang menciptakan vitalitasnya. Internet adalah suatu jaringan global dari banyak jaringan. Navigasinya difasilitasi oleh World Wide Web. World Wide Web adalah kumpulan komputer yang bertindak sebagai sever isi/kandungan yang menyimpan dokumen-dokumen yang diformat untuk memungkinkan teks, grafik, dan audio dan sekaligus juga memungkinkan dibuatnya link dengan dokumen-dokumen lain di dalam Web. Meskipun internet dan Web menawarkan potensi yang besar, namun terdapat peluang untuk disalahkan gunakan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar